Halo gaes, balik lagi sama gue di sini. Kali ini gue mau bahas video viral yang bikin salfok seisi warung kopi. Seorang debt collector di Jakarta Barat ketangkap basah lagi ngancem bakal nipiting sopir. Gila nggak tuh? Aksinya terekam kamera dan langsung disebar ke mana-mana. Netizen pada heboh, dan kabar baiknya, pelaku udah ditangkap polisi.

Kronologi Aksi Debt Collector Ancam Piting Sopir

Kejadian berawal dari seorang debt collector yang lagi nagih utang di salah satu titik di Jakarta Barat. Dia ketemu sama sopir yang jadi target penagihan. Bukannya musyawarah, debt collector ini malah main ancam. Dia ngancem bakal nipiting sopir tersebut. Aksi ini terekam oleh kamera ponsel warga yang kebetulan ada di lokasi. Video itu pun diunggah ke sosial media dan langsung viral.

Dalam video itu, si debt collector terlihat emosi dan berkata-kata keras. Sopirnya cuma bisa pasrah sambil berusaha nenangin. Warga yang melihat sempat berniat melerai, tapi karena takut ikut kena amukan, mereka hanya bisa merekam. Setelah videonya tersebar, polisi dari Polres Metro Jakarta Barat langsung bergerak. Dalam waktu kurang dari 24 jam, pelaku berhasil diamankan di rumahnya. Katanya sih, pelaku ini sudah beberapa kali melakukan hal serupa.

Reaksi Netizen dan Ancaman Hukuman

Netizen yang melihat videonya langsung ramai mengutuk. Banyak yang menyebut tindakan debt collector itu keterlaluan dan tidak manusiawi. Cuitan seperti 'Woy jangan main piting-pitingan, itu elu bukan tukang pijat' atau 'Hutang ditagih, bukan nyawa' banyak berseliweran. Ada juga yang memuji respons polisi yang cepat tanggap dalam menangani kasus ini.

Soal hukum, Kapolres Metro Jakarta Barat menjelaskan bahwa debt collector tersebut dijerat dengan Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan dan atau Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman kekerasan. Ancaman hukumannya maksimal 9 bulan sampai 4 tahun penjara. Dengan adanya bukti video dan pengakuan korban, polisi yakin akan segera melimpahkan berkas ke kejaksaan.

Gue sendiri sih berharap kasus ini jadi pelajaran buat para debt collector lain. Hati-hati, jaman sekarang semua serba terekam. Sekali berbuat arogan, langsung disebar dan bisa berujung jeruji. Semoga sopir yang jadi korban bisa pulih dan mendapat keadilan.